Cari:
Di:
 
 
Ringankan beban Anda. Mari berbagi dan dapatkan paradigma baru utk hidup Anda.
 
                   Mainan Edukatif
                     & Alat Terapi
 
Rancangan Modifikasi Perilaku Menyiasati Masalah Perilaku Anak Autistik
 
 
 
  
 
  
 
  
 
  Stimulasi Sel Otak melalui Gerak Badan utk Schizophrenia  
 
 

Stimulasi Sel Otak Melalui Gerak Badan untuk Orang dengan Schizophrenia

Henry Remanlay

Mulai diketahui bahwa apa yang terjadi dengan schizophrenia adalah karena lebih banyaknya fokus energi dan darah pada area limbis, mengapa hal ini terjadi, karena terlalu banyaknya kosentrasi pada area ini.

Terlalu banyaknya fokus yang dipakai seseorang untuk mengaktifkan sisi limbisnya karena tidak cukupnya jaringan neuron yang memfasilitasi ke arah frontal lobes yang membantu kita untuk lebih berpikir jernih dan rasional, serta sosialisasi.

Tidak banyaknya jumlah neiron ini bisa disebabkan oleh banyak hal, namun salah satunya adalah kurangnya stimulasi gerak selama seseorang berusia 0-1 tahun.

Tahun tahun pertama dalam kehidupan sangatlah penting untuk pertumbuhan sel otak, semua stimulasi yang diterima melalui indera dan gerakan gerakan badan sangatlah penting untuk menentukan pola berpikir dan kemampuan fungsi hidup di masa dewasa nanti.

Melalui latih gerak badan tertentu yang di bentuk untuk menunjang pertumbuhan sel otak, maka jaringan neuron dapat distimulasi lagi tanpa memandang usia.

Hal ini didukung oleh banyaknya penelitian yang membuktikan bahwa berapapun usia orang, walaupun telah lansia, sel otak masih dapat distimulasi pertumbuhannya, terutama melalui gerakan badan.

Tehnik Brain Gym di modifikasi untuk menstimulasi pertumbuhan dan integrasi otak.
Rhytmic movement Therapy juga adalah gerakan gerakan dasar bayi yang dimodifikasi untuk membantu mengintegrasikan dan mematangkan gerakan-gerakan bayi, yang mungkin belum pernah anda lalui, dengan tujuan untuk menstimulasi sel-sel otak dibagian yang belum sempurna.

Dr. Harald Blomberg, psikiater dari Swedia, membuktikkan bahwa dengan terapi ini pasien Schizophrenia banyak yang terbantu, dan tidak tergantung dengan obat. dan hasil pemeriksaan dengan MRI menunjukkan setelah latihan selama beberapa bulan, meningkatkan aliran darah di daerah lobus frontalis.
dan terjadi perbaikan dalam kestabilan emosi dan kosentrasi serta fokus.


Penulis adalah seorang instruktur Brain Gym berlisensi dari Educational Kinesiology Foundation California, Profesional Member of Edu-K, Instruktur Touch For Health berlisensi dari International Kinesiology College Australia.
bertempat tinggal di Jakarta

 
 
  ---> Kembali ke Perpustakaan  
 
 
 
Subscribe to newsletter
Powered by 
health.groups.yahoo.com
 
 
 
InfoTerapi
 
 

©InfoTerapi.com, 2005 © DuniaPotentia.com, 2011